PMB Bidikmisi 2017

PEKANBARU, TRIBUN- Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR),  mengadakan konser karya tugas akhir bagi mahasiswa jurusan seni musik di gedung Anjungan Seni idrus Tintin. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut menampilkan dua orang peserta ujian yanh membawakan komposisi musik hasil ciptaan mereka dan sebuah aransemen, Selasa (27/7).


Konser pertama dibawakan oleh Alhafiz dengan komposisi musik ciptaannya yakni siul dan aransemen ulang lagu zapin yang berjudul bissmillah

Alhafiz, mengatakan, siul merupakan sebuah komposisi musik yang diilhami oleh layang-layang yang sedang dimainkan. Tiupan angin yang bertubrukan dengan benang serta terpaan angin pada layang-layang akan menghasilkan suatu bunyi yang menyerupai siulan.

"komposisi musik ini saya ciptaan karna saya memang suka dengan permainan layang-layang," ujarnya.

Menurutnya tujuannya membuat komposisi musik ini, agar masyarakat dapat memahami bahwa inspirasi dalam bermusik bisa datang dari apa saja, tak terkecuali dari permainan rakyat.

"Saya ingin membuktikan bahwa suatu permainan pun, dapat menjadi komposisi musik," ujar mahasiswa yang gemar bermain layang-layang tersebut.

Pada komposisi musik tersebut, akordian menjadi alat musik yang menjadi roh komposisi musiknya.
Untuk Arasnsemen, Alhafiz membawakan lagu yang berjudul bismilah.

Pada konser yang kedua, para penonton dihibur dengan komposisi musik karya Muhammada Fauzan
Yang berjudul Ikuik Sato (ikut serta)

Menurut Fauzan, karyanya ini bercerita tentang bagaimanan pada sebuah komposisi musik terjadi perpaduan antara penonton dan pemain.

"Saya ingin membuat sebuah musik dimana didalamnya mencerminkan adanya interkasi penonton dang pemain," ujarnya.

Untuk dapat memasukkan unsur penonton dalam karyanya, pada komposisi musik tersebut, ia memasukkan koor dan tepukan pada komposisi musiknya, sehingga terdapat irama yang bersaut-sautan layaknya penonton saat memberikan aplaus pada pemusik yang sedang ditontonnya.

Untuk dapat menyelesaikkannya karyanya tersebut, Fauzan membutuhkan waktu sekitar 45 hari.

"Saya agak kesulitan untuk menambah wujud adanya interkasi  antara penonton dan pemainpada alat musik tertentu, sehingga hanya memasukkan unsur koor dan tepukkan," ujar pria yang gemar menancing tersebut.

.
Dosen pembimbing peserta ujian, Armansyah anwar mengatakan sangat bangga terhadap kedua anak didknya tersebut, karena telah mampu untuk menciptkan sebuah komposisi musik yang baik.

"Saya bangga karena para peserta telah mampu menciptakan sebuah komposisi musik yang berarti tujuan kita untuk menghasilkan siswa yang mampu menciptkan musik telah tercapai," ujarnya.

Ia juga bangga karena peserta ujian mampu memunculkan ide-ide lokal melayu pada komposisi musiknya
.
"Secara aspek musikal mereka memukau saya, hanya mungkin elaborasinya sedikit kurang, tetapi sudah dapat dikatakan baik," ujar dosen jebolan starata dua ISI tersebut.

Sumber : http://pekanbaru.tribunnews.com/2011/07/27/mahasiswa-akmr-konser-tugas-akhir

Galeri Foto