PMB Bidikmisi 2017

Gubri: AKMR Dibangun 2012

PEKANBARU (RP)- Tahun 2012, Pemerintah Provinsi Riau akan membangun lahan Bandar Seni Raja Ali Haji (Bandar Serai) atau Purna MTQ jadi salah satu pusat bisnis, sport center dan budaya termegah di Riau. Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP mengatakan perkembangan itu memang jadi prioritas di 2012. Di mana Bandar Serai Purna MTQ akan jadi areal komersil yang mengkombinasikan nilai-nilai olahraga, budaya, komersil, pariwisata dan pendidikan.


Untuk sumber pembiayaan, Gubri menegaskan seluruh dana pengembangan kawasan Bandar Serai Riau Town Square and Convention berasal dari swasta. ‘’Pengembangan ini dilakukan investor luar negeri. Yang pasti bukan dari pemerintah. Kita hanya menyediakan lahan,’’ terang Gubri.

Kepala Biro Perlengkapan Setdaprov Riau, Kasmiyanto mengaku perkembangannya sudah dirancang sedemikian rupa. ‘’Perusahaan yang memenangkan tender PT Bangun Megah Mandiri Propertindo dari Jakarta. Jadi tak ada dana APBD,’’ papar Kasmiyanto, Rabu (7/12). Rencananya, MoU akan ditandatangani pada 16 Desember mendatang. Pembangunan pusat bisnis ini, hanya memakan bangunan Hall A, B dan C di Bandar Serai seluas 3,5 hektare.

Bangunan megah ini merupakan keinginan Pemprov Riau untuk mengembangkan Bandar Serai. ‘’Untuk olahraga, nanti akan dibangun sport center yang terdiri venue bowling, biliar, squash dan kolam renang. Sementara pendidikan dan budaya dilakukan dengan tetap mempertahankan Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR),’’ tuturnya. Soal konsep dan pembagian kawasan, dia menjelaskan pengembangan di sektor bisnis terlihat dengan dibangunnya mal, hotel 16 lantai dan galeri.

Pembangunan pusat areal bisnis ini dilakukan dengan pertimbangan areal memiliki kawasan strategis, karena terletak di jantung kota, sehingga sangat mendukung pengembangan kawasan yang berujung pada hasil positif berupa peningkatan sektor ekonomi di Bumi Lancang Kuning. ‘’Lahan yang kita pakai mencapai 35 ribu meter persegi. Insya Allah 17 Desember sudah dilakukan peletakan batu pertama oleh Pak Gubernur,’’ ujarnya.

Soal kontribusi yang diperoleh Pemprov dari pengembangan investasi ini, dia menilai pihaknya sudah membahas bersama pihak terkait. Pemprov akan menerima keuntungan dari perusahaan sebesar Rp70 miliar selama 30 tahun terhitung dari tahun pembangunan kawasan modern itu. ‘’Pada tahun ke-31 dari sekarang, baru bangunan itu diserahkan kepemilikannya ke Pemprov,’’ bebernya. Dengan perkembangannya, ditargetkan Agustus 2012 untuk sport center sudah bisa digunakan. Namun pembangunan secara keseluruhan akan ditargetkan selesai pada 2013. ‘’Semua terus digesa dari berbagai sektor. Pokoknya, sebelum ISG (Islamic Solidarity Games) semuanya sudah selesai dan dapat digunakan,’’ imbuhnya.

Soal perkembangan pembangunan AKMR, dia mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. ‘’Kita baru saja rapat untuk membahas AKMR. Hasilnya gedung AKMR akan dibangun di 2012. Kita juga sudah mempersiapkannya,’’ tuturnya.  Jelang pembangunan gedung AKMR rampung, pihaknya sudah mencarikan solusi. ‘’AKMR untuk sementara akan dipindahkan aktivitasnya ke Gedung Idrus Tintin dan Gedung Dewan Kesenian Riau (DKR) sampai gedung barunya selesai dan dapat digunakan. Intinya kita berharap semua berjalan seperti yang telah direncanakan,’’ sebutnya.

Harus Sesuai Jadwal
Gubernur Riau, HM Rusli Zainal SE MP memastikan gedung AKMR akan dibangun 2012. Ini diungkapkannya di hadapan segenap Pemimpin Redaksi (Pemred) berbagai media massa cetak dan elektronik Rabu (7/12) di kediamannya. ‘’Ini tanggung jawab saya langsung,’’ kata Gubri.

Gubri mengaku baru tahu kalau rencana pembangunan gedung AKMR nyaris tak jadi karena belum dianggarkan dalam APBD 2012 dari SMS yang diterimanya dari berbagai pihak. Hal itupun sangat disesalkannya. ‘’Saya sudah banyak menerima SMS tentang pemindahan kampus AKMR ini dari banyak pihak. Inilah kadang, saya sudah bicara ke mana-mana tentang pembangunan gedung baru AKMR, tapi masih tercecer juga di bawah, masih juga belum diakomodir staf. Kalau orang marahnya sepuluh, saya ini marahnya sudah 100,’’ kata Gubri. Dipindahkannya kampus AKMR dari tempatnya sekarang yakni di kawasan Purna MTQ karena di kawasan itu akan dibangun pusat perbelanjaan seperti mal dan Carrefour dengan 15 lantai serta sport centre untuk keperluan pelaksanaan PON.

‘’Kita memang akan jadikan lokasi gedung AKMR sekarang sebagai pusat perbelanjaan dan sport centre untuk PON, di antaranya venue bowling. Tapi jangan karena pembangunan ini proses kegiatan mahasiswa AKMR terganggu. Mereka harus dapat tempat untuk belajar sementara. Pokoknya yang berkaitan dengan AKMR itu tanggung jawab saya,’’ kata Gubri.

Pengurus AKMR mengaku mendukung kesungguhan Pemprov dalam mengembangkan Purna MTQ jadi Bandar Serai Riau Town Square and Convention. Hanya, pihak AKMR berharap perancangan gedung baru AKMR berjalan sesuai jadwal. Menurut Ketua Yayasan Sagang Kazzaini Ks, yang menaungi AKMR, pihak AKMR berharap dukungan seluruh pemangku kebijakan dan elemen masyarakat dalam mewujudkan hal itu. ‘’Semangat ini bermuara pada komitmen mendukung Visi 2020 untuk menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara. Untuk itu, kita perlu melahirkan seniman-seniman handal dari AKMR yang merupakan cikal bakal pengembangan budaya Melayu di Riau,’’ paparnya didampingi Direktur AKMR Susi Vivin Astuti, Wakil Direktur Raja Isyam Azwar dan Syamsul Bahri Samin. Dengan belatar belakang semangat pengembangan budaya itu, dia berharap seluruh pihak, baik DPRD maupun Pemprov peduli dalam pengembangan sarana budaya, seperti gedung AKMR yang telah menaungi ratusan mahasiswa pecinta seni di Riau. ‘’Kami dari Yayasan Sagang terpanggil untuk mengembangkan budaya Melayu dengan melahirkan para pecinta seni. Untuk itu, kami berharap ini dapat berjalan maksimal seperti yang telah direncanakan,’’ harapnya.

Wakil Direktur AKMR, Raja Isyam Azwar mengatakan, kesungguhan Pemprov dalam mengembangkan Bandar Serai merupakan langkah tepat. Mengingat sarana yang merupakan ikon masyarakat Riau itu kini kurang dikelola optimal. ‘’Kami dari AKMR mendukung komitmen untuk pengembangan itu. Hanya, kami berharap jangan sampai ada yang terpinggirkan dari progres ini. Untuk itu kita berharap pembangunan gedung AKMR baru juga dapat dilakukan di 2012,’’ papar Raja Isyam.

Anggota Banggar DPRD Riau H Abu Bakar Siddik mengatakan hingga kini Banggar belum pernah menerima pengajuan pembangunan gedung AKMR. Tapi kalau memang AKMR tergusur karena pembangunan beberapa kegiatan di Purna MTQ termasuk oleh venue PON, sebaiknya Pemprov mencarikan jalan keluar agar akademi itu tetap eksis. ‘’AKMR juga mendukung Visi Riau 2020,  melahirkan banyak tenaga untuk mendukung kesenian daerah,’’ ujarnya. Dikatakannya, Dinas Pendidikan harus segera menyikapi tergusurnya AKMR ini karena bisa menghambat proses belajar-mengajar di akademi itu. Soal pembahasan Banggar, Abu menjawab kini sudah hampir final. Hanya untuk situasi seperti di AKMR, tentu akan beda. ‘’Coba tanya ke Bappeda atau dinas terkait, karena itu mereka yang ajukan,’’ jelasnya.(rio/ans/rpg)

Galeri Foto