PMB Bidikmisi 2017

Ketua Yayasan Sagang Kazzaini Ks didampingi Genaral Manajer Riau Pos Zulmansyah sekedang, Wakil General Manajer Pekanbaru MX Abdul Kadir Bey, dan Pemred Riau Pos Asmawi Ibrahin Serahkan berkas usulan perubahan AKMR menjadi STSR kepada Menristek Dikti Prof H Mohmamad Nasir disaksikan Dirjen Pembelajaran Kemahasiswaan Prof Intan Ahmad dan Rektor Unri Prof Dr Ir Aras Mulyadi

 

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Prof H Mohammad Nasir mendukung peningkatan status Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) menjadi Sekolah Tinggi Seni Riau (STSR). Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan singkat dengan Ketua Yayasan Sagang Kazzaini Ks yang di dampingi General Manager Riau Pos, Wakil General manajerl Pekanbaru MX dan Pemimpin Redaksi Riau Pos di Kompleks Graha Pena Riau Jalan Soebrantas usai dialog khusus dengan Menristek Dikti di Riau Televisi pada Rabu (29/7) malam.

Menristek Dikti langsung menerima berkas copian yang sebelum sudah di kirim langsung ke Kementrian Ristek Dikti dan di upload ke dalam sistem Silemkerma. Menristek Dikti menyatakan dukungannya atas peningkatan status AKMR menjadi STSR. "Itu bagus.  Jika semua proses sudah dilewati tidak ada masalah. Yang terpenting segala pendukung untuk itu lengkap," ungkap Prof H Mohammad Nasir. 

 

 

Rencana peningkatan status Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) menjadi Sekolah Tinggi Seni Riau (STSR) mendapatkan dukungungan. Dukungan tersebut datang dari anggota DPR RI asal Riau, H. Jon Erizal SE. MBA yang merupakan Wakil Ketua Komis XI saat kunjungan silaturahmi dalam rangka reses ke kampus AKMR pada hari senin 11 Mei 2015.

Dalam acara silaturahmi tersebut Jon Erizal disambut Pembina AKMR sekaligus Chairman Riau Pos Group (RPG) Rida K Liamsi dan Ketua Yayasan Sagang selaku penyelenggara AKMR Kazzaini Ks, dan civitas akademik AKMR.

 

Membaca tulisan praktisi sekaligus pengamat musik Indonesia yang amat kritis Suka Hardjana tentang “Lagu, Aransemen, dan Komponis” di dalam bukunya “Antara Kritik dan Apresiasi”, telah meyakinkan kembali pemikiran lama penulis untuk juga menulis hal yang serupa pada tulisan ini.

Dengan tidak bermaksud untuk meniru, menjiplak apalagi mem-plagiat-kan tulisan beliau (Suka Hardjana), maka persoalan ini terasa sangat urgen bagi penulis untuk mewacanakannya kepada kita semua. Penafsiran istilah komposer, arranger, dan penulis lagu yang selama ini salah alamat (bahkan mungkin saja salah arti), telah menimbulkan kerancuan bagi kita di dalam menggunakannya maupun memaknainya. Fakta menunjukkan, bahwa permasalahan ini juga terjadi di lingkungan sekitar kita (terutama musik).

Galeri Foto